5 Jenis Bunga Wangi yang Bisa Dibuat Menjadi Parfum

Penggunaan tanaman sebagai bahan wewangian memang telah dimulai sejak berabad-abad lampau. Dupa, setanggi, kembang setaman, dan minyak wangi adalah satu bukti eksistensi tanaman dalam berbagai upacara kebudayaan dan ritual keagamaan.

Kini, tanaman wewangian telah menjadi primadona bagi wanita yang ingin tampil cantik. Salah satunya dengan pemakaian kosmetika dan parfum.

1. Cendana (Santalum album)

Cendana umumnya berupa pohon besar yang tumbuh di India, Malaysia dan Indonesia. Ia banyak didapati di daerah dengan iklim kering, seperti Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, karena makin banyak intensitas matahari, makin baik pula kualitas kayu. Tinggi tanaman ini rata-rata 12 sampai 15 meter, dengan garis tengah batang 20 – 35 cm. Batang tumbuh tegak, bulat, berkulit kasar, tampak tipis dan berwarna kelabu. Jantung kayu berwarna kuning dan mengeluarkan aroma yang wangi.

Bagian inilah yang nantinya dijadikan serbuk atau irisan kecil untuk disuling. Selain kayu, daun pun mempunyai aroma yang serupa, namun kualitasnya masih di bawah bagian kayu karena tingkat rendemen daun yang rendah.

Dunia perdangan mengenalnya dengan sebutan sandalwood oil. Aroma kayu cendana Indonesia sampai saat ini masih dianggap yang terbaik oleh para pembuat minyak wangi dunia. Karenanya minyak yang mengandung santalol ini termasuk salah satu mata dagang penting Indonesia. Selain digunakan untuk bahan dasar, ia juga dapat dipakai sebagai pengikat minyak wangi.

2. Akar Wangi (Vetiveria zizanioides)

Tanaman akar wangi termasuk dalam famili Gramineae. Disebut akar wangi, karena memang memiliki akar tinggal yang berbau sangat wangi. Dari bagian inilah umumnya minyak asiri diambil. Susunan akarnya tergolong kuat mengembang, bercabang banyak, sehingga dapat menahan serpihan tanah saat musim hujan dan mencegah pencucian tanah. Daunnya berukuran panjang, bisa mencapai 100 cm, agak kaku, berwarna hijau lebam. Bunganya agak besar, berwarna hijau atau menjadi warna lembayung. Akar wangi belakangan ini pula ramai dijadikan kerajinan tangan.

Tanaman ini berasal dari Asia seperti India, Indonesia, Sri Lanka, dan Filipina selain itu dapat pula ditemukan di Afrika Barat dan Amerika Serikat. Di Indonesia ia banyak dibudidayakan di Pulau Jawa, seperti Garut, Wonosobo, Pasuruan dan Lumajang. Selain di Indonesia, tanaman yang mudah tumbuh ini banyak juga diusahakan secara komersial untuk tujuan penyulingan minyak asiri di Kepulauan Reunion.

Minyak akar wangi dalam dunia perdagangan dikenal dengan nama vetiver oil yang diperoleh dari hasil ekstraksi. Komponen yang menyusunnya antara lain vetiveron, vetiverol, vetivenil vetivenat, asam palmitat, asam benzoat dan vetivena. Minyak ini memiliki sifat sulit menguap sehingga sangat baik dipakai sebagai pengikat minyak wangi lain dalam parfum agar tahan lama. Tak heran jika ekstrak minyak akar wangi dikenal sebagai minyak asiri kelas satu pada industri kosmetika, terutama minyak wangi di negara-negara Eropa, salah satu yang terpenting ialah Perancis.

3. Mawar (Rosa sp)

Mawar merupakan tanaman semak berkayu yang memiliki ratusan spesies dan ribuan varietas. Apalagi dengan kemajuan teknolog, kini tercipta varietas-varietas baru yang lebih menawan, menambah marak penampilan tanaman ini. morofologi masing-masing jenis itu relatif mirip satu dengan lainnya. Tanaman familiRosaceae mempunyai ciri tumbuh tak teratur, tinggi rendah, dan berselang-seling. Daun berwarna hijau bersirip. Bunganya memiliki warna sangat bervariasi dari yang lembut sampai cerah, seperti merah darah, merah muda, jingga, kuning, hingga putih. Ukurannya juga beragam dari yang kecil hingga bear, bermahkota tunggal atau ganda. Pada bagian ujung bunga, malai tumbuh merata.

Konon mawar mulai dibudidayakan di Cina dan kemudian baru menyebar ke seluruh Eropa. Penggunaan mawar sebagai bahan parfum diperkenalkan pertama kali oleh masyarakat Yunani kuno. Dan kini penggunaan “ratu dari segala bunga” ini telah meluas, terutama pada industri wewangian. Minyak asiri diekstrak dari bunganya yang didestilasi dengan air atau uap air. Dari 1 kg petal dapat dihasilkan 1 gram minyak mawar murni. Minyak ini umumnya digunakan sebagai campuran pada pembuatan minyak wangi.

4. Melati (Jasminum sp)

Genus jasminum terdiri lebih dari 300 spesies. Mereka terbagi atas jenis yang tumbuh menyemak dan memanjat, berdaun sepanjang tahun, dan meranggas pada kondisi tertentu. Tanaman perdu berbunga ini bisa mencapai tinggi 3 meter sampai 15 meter untuk jenis merambat. Daun memiliki bentuk bulat telur dan berwarna hijau tua sampai hijau terang. Bunganya ada yang berkelompok atau berdiri sendiri, berbentuk bintang sampai seperti lonceng, mempunyai warna dari putih, keungu-unguan, merah muda, sampai kuning cerah. Mahkota bunga ada yang tunggal, semi ganda dan ganda.

Beberapa jenis melati yang diusahakan secara komersial adalah Jasminum sambac, J. officinale, Jasminum nitidium, dan Jasminum grandiflorum. Melati merupakan salah satu bahan dasar yang terkandung dalam wewangian bunga pada produk minyak wangi dan sabun wangi. Sebelum dibuat parfum, terlebih dahulu melati diekstrak menjadi concreate dan absolute dengan metoda enfleurage. Dari bagian absoulte-lah nantinya minyak asiri tersebut dihasilkan dengan cara destilasi.

5. Bunga Sedap Malam (Polynthes tuberosa)

Sedap malam merupakan tanaman asli dari Meksiko. Dan kini ia banyak ditanam di Perancis, Mediterania, Maroko, Taiwan, Sri Lanka dan Indonesia. Tanaman terna tegak ini tergolong famili Amaryillidaceae. Tinggi batang bisa mencapai 1,8 meter, dan memiliki akar tinggal yang ada di bawah tanah.

Bunganya yang berwarna putih bersihnya itu unik, karena mengeluarkan harum semerbak di waktu malam. Pada bagian ini minyak asiri biasa diambil. Biasanya minyak diekstrak dari pembungaan awal bunga sedap malam. Tuberosa absolute yang dihasilkan melalui cara enfleurage memiliki kualitas yang lebih baik daripada Tuberosa concrete.

Kandungan yang ada di dalamnya adalah methyl benzoate, methyl anthranilate, benzyl benzoate, methyl salicylate, benzoil acid dan ketone. Aroma ‘manis’ yang sangat kuat diciptakan dari ekstrak minyak sedap malam. Karenanya, ia banyak digunakan dalam pembuatan parfum, terutama parfum dengan tipe oriental.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *