Tempat Jalan-Jalan Asik di Balikpapan

balikpapan

Tempat wisata Alam Balikpapan – Balikpapan, Kalimantan Timur. Balikpapan, banyak yang salah sangka menyebut Balikpapan jadi ibukota Kalimantan Timur. Tidaklah, Ibukota Kalimantan Timur yakni Samarinda. Popular dengan sebutan kota minyak, Balikpapan memang maju karna pengilangan minyak dari jaman penjajahan Belanda. Kota ini modern dalam semuanya, banyak gedung-gedung pencakar langit, mal-mal kelas elit, tempat hiburan modern, juga pemerintah dan orang-orangnya yang mempunyai langkah pandang yang modern. Bila inginkan mencari kota yang livable di Indonesia, Balikpapan yakni jawabannya. Teratur, rapi, dan mempunyai fasilitas lengkap. Lebih kurang Tempat jalan-jalan yang asyik di Balikpapan dimanapun sih?

1. Penangkaran Buaya Teritip

Penangkaran buaya yang ada di Teritip, Tempat wisata Alam Balikpapan dikelola oleh perusahaan CV Surya Raya. Tempat penangkaran ini memang jauh dari kota Balikpapan, hampir mendekati perbatasan Kutai Kartanegara. Buaya yang ditangkar di Teritip salah satunya buaya muara, buaya air tawar, dan buaya supit. Kecuali dapat saksikan buaya yang jumlahnya demikian banyak, pengunjung dapatkah beli beberapa merchandise seperti tangkur buaya, minyak, dll. Atau menginginkan sebagian coba daging, kerupuk, sate buaya? Ada juga lho di sini. Tetapi apabila saya sih, tidak deh. Belum yakini apabila buaya sudah keluar dari status dilindungi hehehe.

“An appeaser is one who feeds a crocodile, hoping it will eat him last. ” – Winston Churchill

Teritip, Balikpapan, Kalimantan Timur. Sungai-sungai di Kalimatan tidak dapat dipisahkan dari hadirnya satu reptil dengan moncong panjang dan berkulit keras yang sering disebut dengan “buaya”. Di beberapa tempat di Kalimantan, pantang menyebut buaya waktu ada di sungai karna disadari mengundang buaya untuk datang. Ketika saya tinggal di Kalimantan, demikian kali mendengar orang dikonsumsi buaya waktu ada di sungai di Kalimantan. Serem ya?

Satu waktu, saya dan rekanan saya makan di satu restoran di tepian sungai Mahakam. Menyantap hidangan yang lezat sambil saksikan hilir mudik kapal raksasa yang membawa batubara memang jadi pemandangan unik khas Kalimantan. Di tepian sungai, tampak sebongkah kayu yang mengambang. Namun, kami tidak memedulikannya karna terkagum-kagum saksikan demikian masifnya Sungai Mahakam. Mendadak rekanan saya kemukakan pertanyaan pada saya “Kamu saksikan yang di situ tadi? ” sambil menunjuk tempat di mana sebongkah kayu tadi ada. “Iya… saksikan, kok mendadak kayunya hilang? ”. “Itu tadi tidaklah kayu, tetapi buaya”. What! ! ! Benar juga sih kata rekanan saya, mustahil saja kayu yang mengapung bisa tenggelam sekian saja. Saya tidak menyadarinya dari sejak tadi bila yang saya saksikan tidak kayu, namun seekor buaya. Hiiiyyyy…

Apabila kita ada di sungai-sungai atau muara-muara di Kalimantan, tidak seringkali sekali buaya-buaya itu memerlihatkan diri walau jumlahnya agak banyak. Saya sekian kali telah lewat sungai-sungai di Kalimantan, namun tidak walau saksikan buaya di alam liar kecuali seekor yang saya kira kayu di Sungai Mahakam itu. Apabila inginkan saksikan buaya di Kalimantan, jangan sampai kawatir. Ada satu tempat di mana kita bisa saksikan sebagian ribu buaya dengan aman. Nama tempat itu yakni Teritip.

Teritip yakni satu tempat di Balikpapan yang popular dengan penangkaran buaya. Penangkaran buaya di Teritip, Balikpapan dikelola oleh perusahaan CV Surya Raya. Kecuali digunakan untuk penangkaran, tempat ini jadi obyek wisata di Balikpapan yang perlu dikunjungi. Buaya-buaya di sini tampak tenang sekali. Mereka hanya tidur-tiduran atau hanya mengambang di dalam air. Tetapi jangan sampai salah, sekali mereka bergerak, tampak bentuk asli buaya yang demikian brutal. Bercanda dengan kawan-kawannya sesama buaya juga tampak sekian brutal. Sabetan mulutnya sekian cepat dan kuat. Saya kira tidak akan ada makhluk yang selamat apabila sudah masuk dalam mulut buaya, terutama waktu ada di dalam air. Serem banget pokoknya makhluk yang satu ini. Walau demikian, sebrutal-brutalnya buaya, mereka layak dikasihani. Beberapa spesies buaya statusnya di ambang kepunahan.

Ada 3 tipe buaya yang ditangkar di Teritip. Ketiganya yakni yaitu buaya asli Indonesia, terlebih yang tempati Pulau Kalimantan :

1. Buaya muara

Nama lain buaya muara yakni saltwater crocodile (Crocodylus porosus) . Spesies ini yakni reptil terbesar yang tetap masih hidup sampai sekarang ini, makin besar dibanding buaya nil dan buaya aligator. Kabarnya, pernah diketahui buaya muara sepanjang 12 mtr. di Sangatta, Kalimantan Timur! Ukuran ini jauh di atas ukuran rata-rata buaya muara yang biasanya mempunyai panjang 5 mtr. dan berat sekitaran 1 kuintal. Status konservasinya yakni least concern atau jumlahnya di alam tetap masih aman, belum masuk ke zona ambang kepunahan.

2. Buaya supit

Nama lain buaya supit yakni false gharial (Tomistoma schlegelii) . Mungkin saja saja karna moncongnya yang kecil dan panjang sama sumpit, sampai tipe ini disebutkan jadi buaya supit. Status konservasinya yakni vulnerable atau sudah masuk zona terancam punah.

3. Buaya air tawar

Nama lain buaya air tawar yakni Siamese crocodile (Crocodylus siamensis) . Apabila di banding dengan tipe buaya lain, buaya air tawar termasuk buaya yang mempunyai ukuran kecil. Status konservasinya juga paling mengenaskan di antara dua spesies lebih dahulu, yaitu critically endangered atau hampir di ambang kepunahan! Ini bermakna, spesies ini susah kita temui di alam liar. Semoga penangkaran di Teritip bisa mengembangbiakkan tipe buaya ini sampai status konservasinya tambah baik.

Buaya supit lumayan mudah dikenali karna moncongnya yang ramping dan panjang seperti sumpit. Namun, bagaimana membedakan buaya air tawar dan buaya muara/air laut kecuali habitat hidupnya yang berbeda? Sekilas penampakan fisiknya hampir sama. Menurut Mark O’Shea, langkah gampang membedakannya yakni dengan saksikan atas lehernya. Buaya air tawar mempunyai sisik di atas lehernya, tengah buaya muara tidak memilikinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *