Gadis Kediri Dicabuli Tetangga Sendiri

Kepada polisi, sukardi mengakui sering memukul yuli pramitha. Namun, sukardi menolak perbuatan itu disebut penganiayaan. Menurutnya, dia melakukan itu untuk memberikan pelajaran, agar anak tirinya itu tidak cengeng.

Ibu kandung yuli pramitha, sumiati, 30 tahun, membenarkan bahwa suaminya ringan tangan terhadap anak tirinya. Sebelum kejadian ini, yuli pramika juga pernah dipukul dengan gayung, karena tidak mau dimandikan.

Kasat reskrim polresta kediri, a-k-p priyo sulistiono, menjerat sukardi dengan pasal 351 k-u-h-p, dan undang-undang nomor 23, tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Seorang gadis di kediri, jawa timur, diperkosa sebelas pemuda berandalan yang baru dikenalnya, secara bergiliran. Sebelum diperkosa, gadis malang tersebut diberi minuman yang telah dicampur empat butir pil koplo.

nasib tragis dialami ratnaningsih, 14 tahun, warga desa krenceng, kecamatan kepung, kediri, jawa timur. Ratna diperkosa oleh sebelas pemuda berandalan, hingga mengalami shock berat. Nasib ratna masuk dalam berita Kediri yang dipublikasikan secara luas.

Kisah memilukan ini bermula saat ratna, seorang diri, menikmati keramaian taman tamrin, di alun-alun kecamatan pare. Saat duduk sendirian, ratna dihampiri dua orang pemuda yang mengajak berkenalan. Selanjutnya, ratna ditraktir makan bakso oleh dua pemuda tersebut.

Usai ditraktir makan, dua pemuda tersebut memberinya sebotol minuman dingin. Usai diberi minuman itu, mendadak ratna pusing. Belakangan diketahui, ternyata minuman itu telah dicampur empat butir pil koplo.

Dalam kondisi setengah sadar, ratna dibonceng mengendarai sepeda motor, menuju sebuah sumber air, di dusun ketangi, desa bringin, kecamatan pare. Ditempat inilah, ratna diperkosa secara bergantian oleh sebelas pemuda, hingga menjelang subuh, baru diantar kembali ke taman tamrin.

Terungkapnya para pelaku, bermula dari sarung yang dipakai ratna usai diperkosa. Pengakuan ratna, salah satu pelaku memberikan sarung kepada dirinya, karena celana panjang yang dikenakan sebelumnya, telah dibuang oleh salah satu pelaku.

Berbekal informasi di lokasi perkenalan ratna dengan para pemuda, dan sebuah sarung, polisi berhasil menangkap tiga dari sebelas pemerkosa. Mereka adalah suparman, 24 tahun, munir, 22 tahun, dan sumadi, 28 tahun. Ketiganya warga dusun pogar, desa tunglur, kecamatan pare, kediri. Sarung tersebut diakui milik sumadi.

Polisi kini tengah mengejar delapan pelaku lainnya, karena mereka melarikan diri. Warga desa sidomulyo, kecamatan puncu, kabupaten kediri, kemarin, menemukan 903 butir peluru tajam aktif, dibawah tonggak pohon sengon laut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *