Warga Kediri Makan Nasi tiwul

Bero tak berpikir panjang saat mencuri motor milik eko agus yang di parkir di areal pasar patok pongok kediri saat bero melihat sepda motor agus tidak dikunci ganda muncul niat untuk membawa kabur dengan menuntunnya menjauhi areal pasar.

Namun belum jauh bero membawa pergi sepeda motor keburu terpergok massa melihat tersangka masih bocah massa yang semula akan menghajarnya merasa kasihan dan kemudian melaporkannya ke polsek ponggok selanjutnya polisi menangkap tersangka dan menyita sebuah sepeda motor sebagai barang bukti. Kini kebiasaan bero bermain judi dingdong terpaksa berakhir di ruang tahanan.

Seorang anggota radar kediri jawa timur nekat mencetak uang palsu setelah menganggur karena dipecat dari kesatuannya selama satu tahun terakhir sekitar lima ratus juta rupiah uang palsu telah diedarkan oleh komplotan ini.

Hadiyono dan setiyono kedua warga seketi ngadiluwih kediri dibekuk polisi setelah keduanya kedapatan sebagai pembuat dan pengedar uang palsu penangkapan jaringan upal ini bermula dari tertangkapnya setiyono saat mengedarkan upal di toko kelontong di daerah radar Kediri.

Hadiyono sendiri akhirnya berhasil diamankan polisi di rumahnya menurut pengakuan pecatan marinir ini telah membuat upal selama 1 tahun dalam 1 minggu bisa membuat upal 500 lembar uang pecahan 20 ribu.

Menurut kapolsek ngadiluwih akp gigih swasana pembuatan upal komplotan ini terbilang sangat sederhana upal dibuat dengan cara sablon di atas kertas hvs putih sehingga bentuknya kurang bagus karena itu komplotan ini selalu mengedarkan di pedesaan agar tidak mudah kepergok.

Dari tangan pelaku polisi menyita ratusan lembar uang palsu pecahan 20 ribu baik yang jadi maupun masih dalam proses pencetakan serta alat cetak sablon serta tinta pewarna.

Melonjaknya harga beras sejak satu bulan terakhir memaksa warga 3 desa di kecamatan semen kediri jawa timur mengkonsumsi nasi tiwul yang terbuat dari ketela pohon. Jatah raskin yang dibagikan pemerintah tak cukup dikonsumsi satu bulan karena hanya berjumlah lima kilogram.

Sumirah salah satu warga kanyoran sangat merasakan sulitnya hidup . Bersama jazir suaminya sejak satu bulan lalu dia terpaksa harus makan nasi tiwul yang terbuat dari ketela pohon sebagai pengganti nasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *