Pantai Sidem Tulungagung Memakan Korban

Pantai Sidem Tulungagung Memakan Korban. Kapolres tulungagung akbp john turman panjaitan Mengatakan tersangka mengaku dendam dan sakit hati Karena korban memaki -maki dengan kata – kata kotor Serta menjelekan orang tua nya.

Tiga pelajar s-l-t-p di blitar yang tengah berlibur Terseret ombak di pantai sidem tulungagung jawa Timur  saat sedang mandi  dua pelajar tewas terseret Ombak  sementara satu lainnya berhasil diselamatkan Nelayan.

Peristiwa yang menimpa rombongan wisata smpn dua talun Blitar ini berawal saat mereka pulang dari rekreasi Di pantai prigi trenggalek sebelum pulang mereka Singgah di pantai sidem untuk beristirahat sambil Melakukan sholat di masjid dekat  pantai.

Saat rombongan yang berjumlah 24 siswa dan 6 orang Guru melakukan sholat berjamaah  tanpa sepengetahuan Guru mereka tiga pelajar lainya masing -masing rudi Muklison saifudin dan sandika tidak ikut sholat.

Ternyata ketiganya lebih memilih mandi di pantai Sidem yang ombaknya cukup besar dari pada ikut sholat Berjamaah namun saat mereka asyik mandi tiba-tiba Ombak besar datang rudi pun terseret ke tengah laut. Kedua temanya berusaha menolong namun juga terseret Ombak dan hanyut tenggelam.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian segera enolong akhirnya rudi berhasil diselamatkan
Sementara itu meski saifudin berhasil dibawa ke tepi Pantai nyawanya tidak tertolong saifudin tewas Karena terlalu banyak minum air laut.

Sedangkan nasib yang sama juga dialami sandika Siswa ini baru ditemukan pagi kemarin oleh warga Sekitar 200 meter dari lokasi mereka mandi.

Jenasah saifudin sejak kemarin sudah dibawa pulang ke Blitar oleh keluarganaya dan langsung dikubur Sedangakan jenazah sandika yang ditemukan selang satu Hari langsung dibawa ke rs dr iskak tulungagung untuk Dilakukan visum.

Sebanyak 16 siswa madrasah ibtidayah al huda desa karang sari kecamatan rejotangan kemarin keracunan setelah bocah-bocah polos itu asyik menyantap makanan pentol  yang dibeli dari penjual keliling di sekolah.

Dari 16 siswa yang keracunan tiga siswa harus larikan dan dirawat di puskesmas ngunut karena kondisinya parah sedangkan 13 orang lainya diperbolehkan pulang   karena kondisinya sudah membaik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *